Saturday, January 12, 2013

Hepatitis B


Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus[1] yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati.[2] Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika.[3] Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.[4]
Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan berbagai macam zat kimia seperti karbon tetrakloridachlorpromazinechloroformarsen,fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan Hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain.[5]

Daftar isi

  [sembunyikan

[sunting]Diagnosis

Dibandingkan virus HIV, virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas (infectious), dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata.[6]
Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi. Sedangkan Hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT>10 kali batas atas nilai normal (BANN). Diagnosis infeksi Hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. Secara serologi, pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi Hepatitis B kronis adalah : HBsAg, HBeAg, anti HBe dan HBV DNA (4,5). Pemeriksaan virologi, dilakukan untuk mengukur jumlah HBV DNA serum sangat penting karena dapat menggambarkan tingkat replikasi virus. Pemeriksaan biokimiawi yang penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar ALT. Peningkatan kadar ALT menggambarkan adanya aktivitas kroinflamasi. Oleh karena itu pemeriksaan ini dipertimbangkan sebagai prediksi gambaran histologi. Pasien dengan kadar ALT yang menunjukkan proses nekroinflamasi yang lebih berat dibandingkan pada ALT yang normal. Pasien dengan kadar ALT normal memiliki respon serologi yang kurang baik pada terapi antiviral. Oleh sebab itu pasien dengan kadar ALT normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti viral. [7]
Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.[7]
Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis B pasca periode akut. Kemungkinan pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh. Kedua, jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif. Ketiga, jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal di atas) maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis B kronis.[7]

[sunting]Penularan

Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya.[2] Penderita Hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua golongan umur.[8] Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan virus Hepatitis B ini menular. [9]
  • Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan.
  • Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama (Hanya jika penderita memiliki penyakit mulut (sariawan, gusi berdarah,dll), lendir (berciuman) atau luka yang mengeluarkan darah serta hubungan seksual dengan penderita.
Sebagai antisipasi, biasanya terhadap darah-darah yang diterima dari pendonor akan di tes terlebih dulu apakah darah yang diterima reaktif terhadap HepatitisSipilis dan HIV.
Sesungguhnya, tidak semua yang positif Hepatitis B perlu ditakuti. Dari hasil pemeriksaan darah, dapat terungkap apakah ada riwayat pernah kena dan sekarang sudah kebal, atau bahkan virusnya sudah tidak ada. Bagi pasangan yang hendak menikah, tidak ada salahnya untuk memeriksakan pasangannya untuk menenularan penyakit ini.

[sunting]Perawatan

Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik.[2]
Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.[8] Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa ( Uniferon).[10]
Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza),kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi(Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).selain itu juga ada pengobatan alternatif lain Hepatitis B Dari Wikipedia seperti hijamah/bekam yang bisa menyembuhkan segala penyakit hepatitis, asal dilakukan dengan benar dan juga dengan standar medis.[2]

Tuesday, April 17, 2012

Setiap pNyakit jngn di bwat Lebih

Penyakit Jantung Bawaan: Kisah Rayio

Setiap calon ibu pasti menginginkan bayi yang akan dilahirkannya sehat dan tidak kekurangan sesuatu apapun. Namun, bagaimana jika kenyataannya tidak demikian?

Saat itu Yardan berumur 4 hari ketika saya mengetahui bahwa ia memiliki  Congenital Heart Disease (CHD) atau biasa disebut di Indonesia dengan  Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Dokter mengatakan bahwa anak saya memiliki beberapa kelainan di jantungnya (sekarang diketahui bahwa kelainan jantung Yardan adalah Tetralogy of Fallot with PA, VSD, Mapcas). Intinya Yardan memiliki beberapa lubang di jantungnya dan juga pembuluh darah yang sangat kecil dari jantung ke paru-paru. Setelah mendengar berita itu, sebagai ibu baru rasanya dada ini sangat sesak, sakit sekali. Tidak terbayang apa yang harus dilalui bayi sekecil itu nantinya. Sebagai ibu tentunya saya harus kuat, saya harus mampu melindungi bayi saya dengan usaha semaksimal mungkin. Tetapi sebulan awal setelah melahirkan tiada hari yang saya lewati tanpa menangis.

Dokter mengatakan satu-satunya cara untuk memperbaiki jantung pada anak PJB adalah dengan operasi dan biasanya perkembangan anak akan berjalan lebih baik setelah operasi dilakukan. Sayangnya setelah proses kateterisasi dan MSCT-Scan, ahli bedah di Indonesia mengabarkan tidak sanggup untuk mengoperasi Yardan. Mereka mengatakan operasinya terlalu sulit untuk dilakukan dan menganjurkan untuk dilakukan operasi di luar negeri. Segala cara kami lakukan untuk mendapatkan informasi dari luar negeri. Kami telah menghubungi Malaysia, Singapore, Australia, tapi hasilnya nihil. Mereka juga tidak dapat mengoperasi anak kami. Saya pun menghubungi ahli bedah kelas dunia Dr. Tom Karl dari Cleveland, responnya baik, namun berita yang disampaikan tidak. Beliau mengatakan operasi bedah dapat saja dilakukan 3-4 kali, tetapi hasilnya masih tidak pasti, hal ini dikarenakan anatomi Yardan yang dianggapnya sulit. Ia menyarankan untuk dibiarkan saja, mungkin hidupnya akan lebih baik sementara ini. Sejak saat itu saya tidak tahu harus mencari opini medis kemana lagi.

Dokter jantung anak Yardan mengatakan bahwa harapan hidupnya tidak tentu, bisa 10 tahun, 20 tahun, atau lebih. Dokter lainnya berkata , “Nanti akhirnya bisa berjalan, main, sekolah, tapi jangan lari-lari ya..”. Saya mendengar semuanya seperti mati rasa, iya iya saja. Memang para dokter mengatakan bahwa perkembangan teknologi medis akan terus berjalan. Kami sebagai orangtua tidak boleh berputus asa dan terus berdoa, mudah-mudahan suatu hari nanti akan ada harapan menuju kesembuhan Yardan. Sepertinya saya juga harus lebih banyak belajar tentang ilmu ikhlas.

Terkadang jika melihatnya saat bermain, Yardan tampak normal sekali. Tetapi memang perkembangan motoriknya terlambat dan BB-nya pun kurang. Ia baru bisa tengkurap bolak-balik umur 7 bulan,  duduk mantap umur 10 bulan, selebihnya terlihat normal seperti anak lainnya. Kadang masih ada saja pihak kerabat  yang bertanya “Kok belum bisa ini..”, “Kok kurus ya Yardan..”, itu membuat saya sedih, karena mereka sekedar tahu penyakitnya tapi tidak tahu apa efeknya dan apa yang telah dilalui oleh Yardan. Walaupun saya akui saya termasuk jarang curhat tentang masalah ini kepada orang-orang terdekat maupun sahabat. Oleh karenanya saya sering menangis sendiri, kadang kalau ketahuan suami pasti dimarahi, “Menangis tidak akan menyelesaikan masalah!” katanya.  Memang benar tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya mengurangi beban di hati.

Sekarang saya fokuskan hidup saya untuk Yardan. Saya bulatkan tekad untuk berusaha menjadi ibu yang terbaik untuk anak saya. Saya berhasil memberikannya ASI eksklusif selama 6 bulan, dan masih terus berlanjut hingga sekarang Yardan sudah 1 tahun. Insya Allah bisa terus sampai 2 tahun. Saya mematahkan anggapan bahwa anak dengan PJB akan malas menyusu karena lelah. Sayangnya itu tidak terbukti pada Yardan, yang sejak berumur tiga bulan sama sekali tidak mau menggunakan dot, maunya hanya nempel langsung sama ibunya.

Sudah pasti rasa tidak sabar itu kadang muncul dalam mengasuhnya, karena saya 24 jam selalu bersamanya. Apalagi usia saya masih muda, kadang rasa ingin bersenang-senang dengan teman sering muncul. Tetapi jika melihat Yardan tertawa, itu saja mampu menghilangkan kejenuhan apapun yang muncul di pikiran ini. Mungkin awalnya banyak orang menganggap ini adalah cobaan saya, tapi justru saya menganggap Yardan lebih sebagai anugerah. Bagaimana ia telah mampu menjadikan diri saya jauh lebih baik dari sebelumnya, yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya kalau saya mampu. Yardan adalah anugerah terindah dalam hidup ini.

Terimakasih Tuhan. Terimakasih Anakku.
Semoga Yang Maha Kuasa akan memberikan jalan kesembuhan untukmu.
Dikirimkan oleh Gemma, ibu dari Yardan Rashad Perdana (13 bulan). Terima kasih ya Gemma atas ceritanya yang sangat menyentuh. Kita semua mendoakan semoga Yardan tetap sehat selalu..